Minggu, 30 September 2012

Analogi

Kupikir ku benar 

Kupikir aku tepat bertindak

Kupikir kau lempar sebuah senyuman

Kurentangkan tangan hendak memeluk, tapi kau berlalu

Kusediakan gelas untuk kita bersulang, kau lirik pun tidak

Kubawa emas untuk menggadai senyumu, tetap bergeming

Kusadar

Usahaku tak akan pernah percuma

Justru kau yang berjalan kearah kesia-siaan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar