Kupikir ku benar
Kupikir aku tepat bertindak
Kupikir kau lempar sebuah senyuman
Kurentangkan tangan hendak memeluk, tapi kau berlalu
Kusediakan gelas untuk kita bersulang, kau lirik pun tidak
Kubawa emas untuk menggadai senyumu, tetap bergeming
Kusadar
Usahaku tak akan pernah percuma
Justru kau yang berjalan kearah kesia-siaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar